Downloading prezi...

Media massa dapat mengubah norma-norma budaya yang berlaku sehingga perilaku individu-individu yang ada dalam masyarakat dengan sendirinya iimt berubah serta menyesuaikan diri dengan norma-norma budaya yang barn Depari dan Andrews, 7. Teori norma-norma budaya mengasumsikan beberapa hal tentang media massa, sekaligus beberapa hal pula tentang khayalak. Tentang media massa, setidaknya merujuk kepada tiga hal.

Pertama, media melaksanakan peranannya sebagai guru yang mengajarkan bagaiinana proses transformasi sosial Budaya terjadi dalam suatu masyarakat. Seperti dikemukakan pakar komunikasi Wilbur Schramm, bagi masyarakat media massa adalah teacher, watcher, dan forum. Sebagai teacher guru , media mengajarkan hal-hal yang baik menyangkut pengetahuan, sikap, dan perilaku kepada mayarakat dan generasi berikutnya.

Sebagai watcher pengamat , media bertugas melaporkan setiap informasi dan peristiwa yang terjadi di dunia.

Sebagai forum mimbar , media memberi kesempatan kepada semua pihak untuk tampil dan berdiskusi melalui media, menyebarkan ide, gagasan, dan perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan kemayarakatan dan kenegaraan. Kedua, media melaksanakan peranannya sebagai agen perubahan sosial social change agent. Media menyeleksi pesan, memproduksi pesan, dan melakukan distribusi serta sirkulasi pesan yang dianggap sejalan dengan norma-norma sosial budaya yang ada.

Sebagian pesan itu, bahkan bersifat baru untuk terus dikomunikasikan dan disosialisasikan kepada masyarakat sehingga pada akhirnya masyarakat menganggapnya sebagai norma-norma budaya yang patut untuk dijadikan rujukan dan dipertahankan. Ketiga, media diasumsikan tidak mengalami peran ganda double standard dalam menjalankan peran dan fungsinya di tengah-tengah masyarakat. Artinya, media hanya mengungkapkan dan membawa pesan kebaikan kepada masyarakat seperti layaknya tugas para pemuka agama. Kenyataannya tidaklah demikian. Media, pada saat yang bersamaan, juga, dan bahkan justru menyebarkan virus-virus negatif kebudayaan.

Sebagai ilustrasi, norma-norma sosial yang dianggap baik dan sudah melembaga, malah dicitrakan sebagai kuno, ketinggalan zaman, dan karena itu sudah saatnya ditinggalkan. Media melakukan hal-hal yang kontra-produktif bagi masyarakat efek disfungsionl, latent functions. Tentang khalayak komunikan, yakni masyarakat pembaca, pendengar atau pemirsa, paling tidak terdapat tiga asumsi pula.

D. Individu dan Pelapisan Sosial 1) Prinsip Pelapisan Sosial

Pertama, khalayak kurang berperan aktif dan selektif dalam melihat, mengamati, dan memelihara norma-norma sosial budaya yang hidup dan tumbuh dalam masyarakat. Sebagai dampaknya, media seolah-olah terpaksa harus mengambil alih peran monitoring dan evaluasi kebudayaan. Media terpanggil untuk membuat kriteria tentang jenis-jenis tradisi, adat, tata nilai baru, dan pola-pola kebudayaan yang dianggap tepat, relevan, dan bermanfaat bagi masyarakat, setidaknya untuk satu-dua dekade ke depan. Kedua, khalayak memerlukan bantuan, bimbingan, panduan, dan bahkan supervisi media massa untuk memastikan pergantian dan peralihan norma-norma sosial budaya dari yang lama ke norma-norma sosial budaya yang baru, berjalan sesuai dengan koridor dan target yang diinginkan.

Khalayak terkesan kurang percaya diri sehingga harus memerlukan bantuan media.

- Bahasa, Pemikiran dan Peradaban (Telaah Filsafat Pengetahuan dan Sosiolinguistik)

Timbul pertanyaan, apakah kenyataan sesungguhnya di lapangan memang demikian? Apakah pada kebudayaan dan teknologi modern dewasa ini, semakin banyak khalayak atau individu yang tidak percaya dengan potensi dan kapasitas dirinya sendiri? Ketiga, khalayak tidak atau kurang memiliki inisiatif dan kesadaran memadai untuk menyeleksi dan membangun norma-norma sosial budaya yang baru, atau memperkuat dan memperbarui update norma-norma sosial budaya lama ke arah yang lebih baik dan sempurna. Khalayak terkesan pasif, bersifat menunggu, dan bahkan mungkin kurang peduli, apatis.

Secara sosiologis, apakah ini merupakan gejala penarikan diri khalayak dari lingkungan alienation? Apakah masyarakat dewasa ini lebih banyak mengembangkan budaya kompromi consencus daripada budaya persaingan competision?


  1. download microsoft powerpoint 2010 free for mac.
  2. Bab 5 Kekuasaan Dan Wewenang?
  3. creative mp3 software for mac.
  4. pink noise generator download mac?
  5. D. Tipe-tipe Lembaga Kemasyarakatan!

Ada baiknya segera dilakukan penelitian. Bahasan pada bagian ini sebaiknya dimulai dengan beberapa pertanyaan kunci. Pertama, apa yang dimaksud dengan perubahan sosial social change? Kedua, apa peran media massa, dan seberapa besar pengaruhnya dalam perubahan sosial? Dalam perubahan sosial, siapa saja aktor key person atau figuran participant yang terlibat?

Lantas, seperti apa saja tipe-tipe perubahan sosial yang dapat kita kenali? Tetapi cukup mengutip beberapa definisi saja sebagai rujukan pokok untuk kepentingan pembahasan. Dalam buku Character and Social Structure, Gerth dan Mills mencoba membuat model yang mencakup enam pertanyaan atau masalah pokok yang menyangkut perubahan sosial:. Apakah yang berubah? Bagaimanakah hal itu berubah? Ke manakah tujuan dari perubahan itu? Bagaimanakah kecepatan perubahan itu?

Mengapa terjadi perubahan? Faktor-faktor penting manakah yang ada dalam perubahan?

C. Manfaat Penelitian

Bottomore dalam soekanto, Gillin dan Gillin menyatakan, perubahan sosial diartikan sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterirna, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk dan ideologi, maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.

Samuel Koenig dalam Man and Society mengatakan, secara singkat perubahan sosial menunjuk pada modiiikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi itu terjadi karena sebabsebab intern dan sebab-sebab ekstern. Definisi lain adalah dari pakar sosiologi terkemuka Indonesia, Selo Soemardjan. Selo mendefinisikan perubahan sosial sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat Soekanto, Tesis yang diajukannya antara lain, peranan utama yang dapat dilakukan media massa dalam pembangunan adalah membantu memperkenalkan perubahan sosial.

Menurut Schramm, terdapat sembilan peran yang dapat dikerjakan media massa dalam membantu perubahan sosial, yakni 1 media massa dapat memperluas cakrawala pemikiran; 2 media massa dapat memusatkan perhatian, 3 media massa mampu menumbuhkan aspirasi, 4 media massa mampu menciptakan suasana membangun 5 media massa mampu mengembangkan dialog tentang hal-hal yang berhubungan dengan masalah-masalah politik; 6 media massa mampu mengenalkan norma-norma sosial; 7 media massa mampu menumbuhknn selcra; 8 media massa mampu mengubah sikap yang lemnh menjadi sikap yang lebih kuat; dan 9 media massa dapat berperan sebagai pendidik Schramm, Mass Media and National Development, , dalam Dcpari dan Andrews, Berikut, tafsir dan penjelasan saya mengenai sembilan peran media massa dalam perubahan sosial terscbut.

Agar mudah dipahami, disajikan pula contohcontoh yang relevun. Kata Marshall McLuhan, media itu sendiri adalah pesan medium is message. Pada bagian lain dalam buku karyanya Understanding Media: The Extensions of Man ia mengatakan, media adalah kepanjangan manusia media is the extented of man.

J adi, jangankan pesannya, medianya sendiri sudah merupakan pesan. Ini berarti buhwa akibat-akibat personal dan sosial dari media, yakni karena perpanjangan diri kita, timbul karena skala barn yang dimasukkan pada kehidupan kita oleh perluasan diri kita atau oleh teknologi baru. Media adalah pesan karena media membentuk dan mengendalikan skala serta bentuk hubungan dan tindakan manusia McLuhan, dalam Rakhmat, Dengan kemampuan yang dimilikinya, media bisa menjangkau tempattempat dan orang-orang yang tidak bisa kita datangi secara langsung, dalam waktu singkat dan bersamaan, dan bahkan saat itu juga real time.

Dengan hanya duduk santai di sofa, melalui layar kaca televisi misalnya, kita dapat menjelajah ke berbagai tempat di dunia yang belum pernah kita kunjungi hanya dalam hitungan detik dan menit. Benar kata sebagian orang, termasuk orang Amerika, televisi adalah kotak kecil ajaib yang bisa menyulap dan menghipnosis khalayak.

Konsep Dasar Sosiologi

Dari sinilah, cakrawala pengetahuan dan pemildran kita, terbentuk, terasah, dan termotivasi. Lewat media, daya imajinasi, fantasi, dan inspirasi kita benar-benar diekploitasi habis-habisan. Secara sosiolgis, kontak sosial dan komunikasi menjadi tak terbatas melampaui dimensi ruang dan waktu. Para jurnalis mengatakan, inilah yang masuk dalam kategori berita bencana disaster news. Semuanya pasti menyita perhatian, mengagetkan, dan adakalanya mengerikan.

Lantas, apa yang dapat dilakukan media massa? Media dapat melakukan banyak hal, tetapi yang paling utama ialah memusatkan perhatian khalayak dan semua pihak termasuk para birokrat untuk tidak lengah, untuk waspada, siaga, dan bisa berbuat optimal dalam penanggulangan bencana. Tsunami tidak bisa distop, tetapi jumlah koban bisa diminimalisasi. Banjir tidak bisa dikeringkan saat itu, tetapi para korban yang teijebak di rumah-rumah bisa segera diungsikan ke tempattempat aman.

Makanan, selimut, obat-obatan, harus segera didistribusikan. Untuk semua itu diperlukan tenaga-tenaga serta manajemen bencana yang sangat profesional. Apa yang disebut sistem peringatan dini early warning system , mutlak diprogramkan, dididiklatkan, dan terus-menerus disosialiasikan. Apakah pemusatan perhatian hanya berlaku untuk berita buruk, bad news? Tentu tidak. Kawasan The National Mall seluas hektar dengan panjang 3 km dan lebar 1,5 km, benar-benar menjadi lautan manusia. Orang-orang seperti terhipnosis dan histeris dengan terpilih dan disumpahnya Obama sebagai presiden AS.

Amerika selama delapan tahun kepemimpinan George Walker Bush, telah kehilangan segalanya: harta kekayaan untuk mesin perang , ribuan tentara muda selama invasi ke Irak , dan juga moralitas serta harga diri sebagai bangsa termaju dalam teknologi, ekonomi, dan dunia industri. Dunia, begitu berharap kepada Obama, orang kulit hitam pertama yang sukses terpilih menjadi presiden Amerika.

Media dari seluruh dunia, karena itu meliput besar-besaran upacara pelantikan dan pengambilan sumpah Obama, yang ternyata pernah bermukim empat tahun di kawasan Menteng, J akata Pusat. Daniel Lerner pernah melakukan penelitian di sejumlah desa di Mesir, pada empat dekade silam. Hasilnya dituangkan dalam sebuah buku yang cukup monumental.